top of page
Search

Cara Saya Mendapatkan Client Pertama di Upwork Setelah Kirim 80+ Proposal

Freelancer remote working dari Bali

Mendapatkan client pertama di Upwork ternyata gak semudah yang banyak orang bayangkan. Banyak orang melihat freelancer bisa menghasilkan ribuan dollar secara online lalu berpikir semuanya terjadi dengan cepat. Padahal realitanya itu sangat  berbeda.


Sebelum mendapatkan project pertama, saya sudah mengirim lebih dari 80 proposal. Dan sebagian besar… tidak dibalas. Tidak ada interview. Tidak ada deal. Bahkan banyak proposal yang cuma dilihat terus diabaikan.


Tapi dari proses itu saya belajar satu hal penting: Freelancing bukan soal keberuntungan semata. Tapi soal strategi, konsistensi, dan bagaimana kita memposisikan diri dengan benar.


Kalau kamu sedang mencoba membangun karier remote atau mulai freelance di Upwork, artikel ini akan membantu kamu memahami strategi yang akhirnya membuat saya mendapatkan client pertama.

Kamu juga bisa membaca berbagai tips remote working lainnya di Re-Remote Blog


STEP 1: Bangun Profile Upwork yang Jelas


Contoh profile freelancer Upwork

Kesalahan paling umum freelancer pemula adalah membuat profile yang terlalu general.

Client harus bisa langsung memahami:

  • Kamu expert di bidang apa

  • Service apa yang kamu tawarkan

  • Bagaimana kamu bisa membantu mereka


Daripada menulis:

“Saya bisa design, marketing, editing, dan lain-lain.”

Saya lebih fokus menentukan niche dan skill utama yang ingin dijual.

Contohnya:

  • SEO Specialist

  • Website Developer

  • Social Media Specialist


Semakin jelas positioning kamu, semakin mudah client percaya dengan skill yang kamu miliki.


Kenapa Niche Itu Penting?


Client biasanya lebih tertarik hire freelancer yang terlihat spesifik dibanding “bisa semua”.

Walaupun kamu punya banyak skill, fokus dulu pada satu layanan utama agar profile terlihat lebih professional.


STEP 2: Lengkapi Profile Upwork


Profile yang lengkap membuat akun terlihat lebih terpercaya.

Saya melengkapi:

  • Profile photo

  • Title

  • Overview

  • Skills

  • Employment history

  • Portfolio

  • Certification


Menurut Upwork Resources, profile yang lengkap memiliki peluang lebih besar untuk menarik perhatian client.


Bagian Penting yang Harus Dioptimasi


Profile Photo Professional

Gunakan foto yang jelas, rapi, dan professional.

Overview yang Menjual

Jelaskan:

  • Kamu membantu siapa

  • Skill utama kamu

  • Result yang bisa kamu berikan


Portfolio

Tampilkan hasil kerja terbaik kamu, bahkan kalau itu masih personal project.


STEP 3: Beli Connect di Upwork


Harga connect di Upwork

Di Upwork, apply job memang membutuhkan modal.

Setiap submit proposal membutuhkan Connect, dan jumlah Connect tiap job berbeda-beda.

Awalnya saya pikir freelance itu sepenuhnya gratis. Tapi ternyata untuk bisa apply secara konsisten, kita tetap perlu investasi.


Dan ini penting dipahami sejak awal supaya tidak kaget ketika mulai menggunakan platform freelance seperti Upwork.


STEP 4: Apply Job yang Relevan dengan Skill


Saya berhenti apply semua job secara random.

Saya hanya fokus pada pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan:

  • Skill

  • Pengalaman

  • Portfolio

Dengan begitu peluang proposal dibaca dan diterima jadi lebih besar.


Quality Lebih Penting daripada Quantity


Kirim 10 proposal yang relevan jauh lebih baik dibanding kirim 50 proposal random.

Client bisa langsung tahu apakah freelancer benar-benar memahami kebutuhan project mereka atau hanya sekadar copy-paste proposal.



STEP 5: Prioritaskan Client dengan Payment Verified


Ini sangat penting terutama untuk freelancer pemula.

Saya biasanya memilih apply ke client dengan status “Payment Verified” karena:

  • Lebih aman

  • Client biasanya lebih serius

  • Risiko scam lebih kecil

Jangan sampai waktu dan effort kamu terbuang untuk client yang tidak jelas.


STEP 6: Cari Job dengan Proposal Sedikit


Salah satu strategi yang cukup membantu saya adalah memilih job dengan jumlah proposal yang masih sedikit.

Biasanya saya apply ke:

  • Job dengan kurang dari 5 proposal

  • Job yang baru diposting

  • Client yang aktif


Semakin sedikit pesaing, semakin besar kemungkinan proposal kamu dibaca.


STEP 7: Buat Cover Letter yang Relevan


Membuat proposal Upwork yang relevan

Ini salah satu hal yang paling mengubah hasil proposal saya.

Awalnya saya selalu menggunakan template proposal yang sama untuk semua job. Dan hasilnya? Hampir tidak pernah dibalas.


Lalu saya mulai membuat proposal yang lebih personal dengan:

  • Menjelaskan masalah client

  • Menunjukkan pengalaman yang relevan

  • Menjelaskan bagaimana saya bisa membantu


Client tidak suka proposal generic.

Mereka ingin freelancer yang benar-benar memahami kebutuhan mereka.


Struktur Proposal Simple yang Saya Gunakan

  1. Mention problem client

  2. Jelaskan pengalaman relevan

  3. Tawarkan solusi

  4. Tutup dengan CTA yang jelas


STEP 8: Masukkan Portfolio


Portfolio sangat penting di Upwork.

Bahkan kadang client melihat portfolio terlebih dahulu sebelum membaca proposal.

Kalau belum punya pengalaman client, kamu tetap bisa memasukkan:

  • Personal project

  • Mockup project

  • Case study

  • Hasil latihan

Portfolio membantu client melihat skill kamu secara langsung.


STEP 9: Persiapkan Bahasa Inggris


Karena mayoritas client di Upwork berasal dari luar negeri.

Kamu tidak harus punya English perfect, tapi minimal bisa:

  • Berkomunikasi dengan jelas

  • Memahami brief

  • Membalas secara professional


Skill komunikasi yang baik bisa menjadi nilai plus yang sangat besar dalam remote work.

Kamu juga bisa belajar lebih banyak tentang remote work di:


REALITANYA?


Di awal saya mengirim hampir 80 proposal… baru bisa mendapatkan 1 project pertama.

Dan dari situ saya sadar:

Upwork bukan platform instan.

Kalau cuma modal niat, itu belum cukup.


Karena untuk berhasil di Upwork kamu butuh:

  • Skill yang benar-benar bisa dijual

  • Konsistensi apply proposal

  • Disiplin

  • Mental kuat saat sering di-reject

  • Modal untuk membeli Connect


Banyak freelancer menyerah terlalu cepat karena berharap hasil instan.

Padahal freelancing adalah permainan jangka panjang.

Orang yang berhasil biasanya bukan yang paling pintar… tapi yang paling konsisten.


Pendapat Saya


Mendapatkan client pertama di Upwork memang sulit. Tapi bukan berarti tidak mungkin.

Fase awal adalah bagian paling berat karena:

  • Belum punya review

  • Belum punya reputasi

  • Belum dipercaya client


Namun setelah mendapatkan project pertama, semuanya biasanya mulai terasa lebih mudah:

  • Lebih dipercaya client

  • Mulai mendapatkan testimonial

  • Confidence meningkat

  • Lebih memahami cara kerja platform


Kalau saat ini kamu masih sering tidak dibalas client, jangan langsung menyerah.

Perbaiki profile, portfolio, dan cara membuat proposal.

Karena dalam freelancing, konsistensi jauh lebih penting daripada motivasi sesaat.


Mau Mulai Karier Remote & Freelance?


Pelajari lebih banyak tentang remote work, freelancing, dan digital career di Re-Remote.

Temukan berbagai tips membangun karier remote, skill digital, dan peluang kerja online untuk membantu kamu berkembang sebagai freelancer.



 
 
 

Comments


bottom of page