Cara Saya Mendapatkan Client Pertama di Upwork Setelah Kirim 80+ Proposal
- evaayu lestari
- 6 days ago
- 4 min read

Mendapatkan client pertama di Upwork ternyata gak semudah yang banyak orang bayangkan. Banyak orang melihat freelancer bisa menghasilkan ribuan dollar secara online lalu berpikir semuanya terjadi dengan cepat. Padahal realitanya itu sangat berbeda.
Sebelum mendapatkan project pertama, saya sudah mengirim lebih dari 80 proposal. Dan sebagian besar… tidak dibalas. Tidak ada interview. Tidak ada deal. Bahkan banyak proposal yang cuma dilihat terus diabaikan.
Tapi dari proses itu saya belajar satu hal penting: Freelancing bukan soal keberuntungan semata. Tapi soal strategi, konsistensi, dan bagaimana kita memposisikan diri dengan benar.
Kalau kamu sedang mencoba membangun karier remote atau mulai freelance di Upwork, artikel ini akan membantu kamu memahami strategi yang akhirnya membuat saya mendapatkan client pertama.
Kamu juga bisa membaca berbagai tips remote working lainnya di Re-Remote Blog
STEP 1: Bangun Profile Upwork yang Jelas

Kesalahan paling umum freelancer pemula adalah membuat profile yang terlalu general.
Client harus bisa langsung memahami:
Kamu expert di bidang apa
Service apa yang kamu tawarkan
Bagaimana kamu bisa membantu mereka
Daripada menulis:
“Saya bisa design, marketing, editing, dan lain-lain.”
Saya lebih fokus menentukan niche dan skill utama yang ingin dijual.
Contohnya:
SEO Specialist
Website Developer
Social Media Specialist
Semakin jelas positioning kamu, semakin mudah client percaya dengan skill yang kamu miliki.
Kenapa Niche Itu Penting?
Client biasanya lebih tertarik hire freelancer yang terlihat spesifik dibanding “bisa semua”.
Walaupun kamu punya banyak skill, fokus dulu pada satu layanan utama agar profile terlihat lebih professional.
STEP 2: Lengkapi Profile Upwork
Profile yang lengkap membuat akun terlihat lebih terpercaya.
Saya melengkapi:
Profile photo
Title
Overview
Skills
Employment history
Portfolio
Certification
Menurut Upwork Resources, profile yang lengkap memiliki peluang lebih besar untuk menarik perhatian client.
Bagian Penting yang Harus Dioptimasi
Profile Photo Professional
Gunakan foto yang jelas, rapi, dan professional.
Overview yang Menjual
Jelaskan:
Kamu membantu siapa
Skill utama kamu
Result yang bisa kamu berikan
Portfolio
Tampilkan hasil kerja terbaik kamu, bahkan kalau itu masih personal project.
STEP 3: Beli Connect di Upwork

Di Upwork, apply job memang membutuhkan modal.
Setiap submit proposal membutuhkan Connect, dan jumlah Connect tiap job berbeda-beda.
Awalnya saya pikir freelance itu sepenuhnya gratis. Tapi ternyata untuk bisa apply secara konsisten, kita tetap perlu investasi.
Dan ini penting dipahami sejak awal supaya tidak kaget ketika mulai menggunakan platform freelance seperti Upwork.
STEP 4: Apply Job yang Relevan dengan Skill
Saya berhenti apply semua job secara random.
Saya hanya fokus pada pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan:
Skill
Pengalaman
Portfolio
Dengan begitu peluang proposal dibaca dan diterima jadi lebih besar.
Quality Lebih Penting daripada Quantity
Kirim 10 proposal yang relevan jauh lebih baik dibanding kirim 50 proposal random.
Client bisa langsung tahu apakah freelancer benar-benar memahami kebutuhan project mereka atau hanya sekadar copy-paste proposal.
STEP 5: Prioritaskan Client dengan Payment Verified
Ini sangat penting terutama untuk freelancer pemula.
Saya biasanya memilih apply ke client dengan status “Payment Verified” karena:
Lebih aman
Client biasanya lebih serius
Risiko scam lebih kecil
Jangan sampai waktu dan effort kamu terbuang untuk client yang tidak jelas.
STEP 6: Cari Job dengan Proposal Sedikit
Salah satu strategi yang cukup membantu saya adalah memilih job dengan jumlah proposal yang masih sedikit.
Biasanya saya apply ke:
Job dengan kurang dari 5 proposal
Job yang baru diposting
Client yang aktif
Semakin sedikit pesaing, semakin besar kemungkinan proposal kamu dibaca.
STEP 7: Buat Cover Letter yang Relevan

Ini salah satu hal yang paling mengubah hasil proposal saya.
Awalnya saya selalu menggunakan template proposal yang sama untuk semua job. Dan hasilnya? Hampir tidak pernah dibalas.
Lalu saya mulai membuat proposal yang lebih personal dengan:
Menjelaskan masalah client
Menunjukkan pengalaman yang relevan
Menjelaskan bagaimana saya bisa membantu
Client tidak suka proposal generic.
Mereka ingin freelancer yang benar-benar memahami kebutuhan mereka.
Struktur Proposal Simple yang Saya Gunakan
Mention problem client
Jelaskan pengalaman relevan
Tawarkan solusi
Tutup dengan CTA yang jelas
STEP 8: Masukkan Portfolio
Portfolio sangat penting di Upwork.
Bahkan kadang client melihat portfolio terlebih dahulu sebelum membaca proposal.
Kalau belum punya pengalaman client, kamu tetap bisa memasukkan:
Personal project
Mockup project
Case study
Hasil latihan
Portfolio membantu client melihat skill kamu secara langsung.
STEP 9: Persiapkan Bahasa Inggris
Karena mayoritas client di Upwork berasal dari luar negeri.
Kamu tidak harus punya English perfect, tapi minimal bisa:
Berkomunikasi dengan jelas
Memahami brief
Membalas secara professional
Skill komunikasi yang baik bisa menjadi nilai plus yang sangat besar dalam remote work.
Kamu juga bisa belajar lebih banyak tentang remote work di:
REALITANYA?
Di awal saya mengirim hampir 80 proposal… baru bisa mendapatkan 1 project pertama.
Dan dari situ saya sadar:
Upwork bukan platform instan.
Kalau cuma modal niat, itu belum cukup.
Karena untuk berhasil di Upwork kamu butuh:
Skill yang benar-benar bisa dijual
Konsistensi apply proposal
Disiplin
Mental kuat saat sering di-reject
Modal untuk membeli Connect
Banyak freelancer menyerah terlalu cepat karena berharap hasil instan.
Padahal freelancing adalah permainan jangka panjang.
Orang yang berhasil biasanya bukan yang paling pintar… tapi yang paling konsisten.
Pendapat Saya
Mendapatkan client pertama di Upwork memang sulit. Tapi bukan berarti tidak mungkin.
Fase awal adalah bagian paling berat karena:
Belum punya review
Belum punya reputasi
Belum dipercaya client
Namun setelah mendapatkan project pertama, semuanya biasanya mulai terasa lebih mudah:
Lebih dipercaya client
Mulai mendapatkan testimonial
Confidence meningkat
Lebih memahami cara kerja platform
Kalau saat ini kamu masih sering tidak dibalas client, jangan langsung menyerah.
Perbaiki profile, portfolio, dan cara membuat proposal.
Karena dalam freelancing, konsistensi jauh lebih penting daripada motivasi sesaat.
Mau Mulai Karier Remote & Freelance?
Pelajari lebih banyak tentang remote work, freelancing, dan digital career di Re-Remote.
Temukan berbagai tips membangun karier remote, skill digital, dan peluang kerja online untuk membantu kamu berkembang sebagai freelancer.



Comments